Judul : Teknik
Pengoperasian Alat Tangkap Purse Seine Pada
KM. Tirta Usaha
Mandiri di PT.Cilacap Fishing Industri
Kendari Sulawesi
Tenggara
Nama : Sulfikar
NIS : N. 500.1.11.035
Laporan Ini Sebagai
Pertanggung Jawaban Praktik Kerja Lapang (PKL)
Sekolah Usaha
Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Bone
Tahun Ajaran
2012/2013
Telah diperiksa dan
disetujui oleh,
Pada tanggal, Juni
2013
Pembimbing I,
Pembimbing II,
Rosmala
Dewi, S.Pi Muhammad
Zaenal Samma. S
NIP. 19771026 200604
2 001 NIP. 19771026 201012 1 001
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha
Kuasa yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga
penyusun dapat menyelesaikan Laporan Praktik
Kerja Lapang (PKL) ini. Laporan ini
merupakan salah satu persyaratan yang harus
dipenuhi dalam menempuh pendidikan
pada Sekolah Usaha Perikanan Menengah
(SUPM) Negeri Bone..
Penulis yakin
sepenuhnya bahwa Laporan ini tidak akan mungkin dapat
terwujud tanpa
bantuan dan dukungan dari semua pihak. Karenanya penulis
ingin mengucapkan
rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya
kepada :
1. Kedua Orang tua
saya yang tercinta atas doa, dukungan, materi dan
motivasi yang telah
diberikan.
2. Ir.Yip Regan, MP
selaku Kepala Sekolah Usaha Perikanan Menengah
(SUPM) Negeri bone.
3. Ibu Rosmala Dewi,
S.Pi dan Bapak Muhammad Zaenal Samma sebagai
Pembimbing Intern.
4. Bapak Pimpinan
beserta Staf dan Karyawan PT.Cilacap Fishing Industri
Kendari.
5. Bapak Frans selaku
Pembimbing Ekstern.
6. Bapak Selamat
selaku Nahkoda beserta para ABK kapal KM.Tirta Usaha
Mandiri 108.
7. Bapak Harvono
selaku Fishing Master KM.Tirta Usaha Mandiri 108.
8. Panitia PKL SUPM
Negeri Bone tahun ajaran 2011/2012
9. Serta semua pihak
yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini
baik secara langsung
maupun tidak langsung.
Penulis menyadari
bahwa Laporan ini tidak lepas dari kekurangan,
oleh karena itu
penulis mengharapkan masukan berupa kritik dan saran
yang membangun untuk
penyempurnaan Laporan ini. Semoga Laporan ini
dapat bermanfaat bagi
semua pihak yang membutuhkannya.
.
.
Watampone, Juni 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ................…………..……………………………..
i
KATA PENGANTAR ................…………...…………………………………..
ii
DAFTAR ISI .....................……………………………………………………..
iii
DAFTAR GAMBAR ......………………….......……………………………….
vi
DAFTAR LAMPIRAN ……………….............……………………………….viii
BAB I. PENDAHULUAN ………......………......……….……….........………
1
A. Latar Belakang
…………....…......………….……….............….… 1
B. Tujuan dan Manfaat
…………....…......…….……..........……….. 2
BAB II. PERSIAPAN ....................
............................................................... 3
A. Rencana Kegiatan ......................................................................3
B. Jadwal Kegiatan
........................................................................3
C. Potensi Wilayah
...........................................................................4
BAB III. PELAKSANAAN .............……………………...............…..………
6
A. Waktu dan Tempat
..................……………………..….……… 6
B. Keadaan Lokasi
..……......................................……..……….. 6
C. Kegiatan -
kegiatan ..................………..………….....….…….. 8
BAB IV. MASALAH DAN
PEMECAHAN ................……………..………..
23
A. Masalah
.................................................................................
23
B. Pemecahan
........................................................................... 23
BAB V. KESIMPULAN DAN
SARAN …………………………….…………
24
A. Kesimpulan
…............…………………………….………….... 24
B. Saran
.............……………………………………….………….. 24
DAFTAR PUSTAKA ...............………………………………….…………….
25
LAMPIRAN –
LAMPIRAN
...............…………………….………..………….
26
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1. Lokasi PT. Cilacap
Fishing Industri Kendari ..................................... 7
2. Kapal KMN. TUM 108
...................................................................... 10
3. Penyusunan Alat
Tangkap ……………………………………….…… 13
4. Ponton KM. TUM 108
……………………………….………………..… 15
5. Kapal Lampu
………………………………………………………….… 16
6. Kapal Penarik (Ayuda)
……………………..………….…………….… 18
7. Gardan sebagai Line
Hauler ……………….………………………..… 19
8. Penarikan jaring
………………………….………………..….….…..… 19
9. Pengangkatan hasil
tangkapan ……………….……………….…..… 20
10. Kapal Penampung
……………….…………………………………..… 21
11. Proses
Pengangkatan Hasil Tangkapan ke Kapal Penampung … 22
12. Hasil Tangkapan
KM. TUM 108 ……………….……………….…..… 22
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Deskripsi Alat
Tangkap .....................................................................
27
2. Jenis Pelampung
yang Digunakan .................................................... 28
3. Jenis Cincin dan
Pemberat yang Digunakan ...................................... 29
4. Data kapal dan
Peralatannya ............................................................. 30
5. Alat – alat
Navigasi ……………………….……………….…………… 34
6. Mesin Bantu dan
Mesin Induk ........................................................... 36
7. Daftar ABK Kapal
.............................................................................
37
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia adalah
Negara yang mempunyai wilayah perairan laut dan
perairan darat yang
sangat luas dibandingkan dengan Negara Asean
lainnya. Geografis
wilayah Indonesia yang dikelilingi oleh ribuan pulau
dengan kurang lebih
dari seperdua terdiri dari lautan yang mempunyai
potensi perikanan
yang melimpah.
Indonesia terkenal
kaya akan sumberdaya alamnya khususnya dibidang
perikanan. Seiring
dengan itu, pemanfaatan sumberdaya ikan juga
meningkat, salah satu
diantaranya penangkapan ikan menggunakan alat
tangkap Purse
Seine.
Purse Seine merupakan salah satu
alat aktif yang banyak digunakan
oleh nelayan atau
kapal-kapal milik perusahaan di kendari. Adapun cara
pengoperasi alat
tangkap ini adalah dengan cara melingkari gerombolan
ikan, setelah jaring
dilingkarkan dan tali kolor ditarik, maka alat ini akan
membentuk kantong
sehingga ikan-ikan yang terkurung didalamnya tidak
dapat meloloskan
diri.
Alat tangkap Purse
Seine biasanya dioperasikan di laut dalam dan tidak
berkarang. Purse
Seine ada yang dioperasikan dengan satu kapal dan
adapula yang di
operasikan dengan dua buah kapal. Dalam
pengoperasiannya
kadang-kadang dilengkapi dengan alat bantu berupa
lampu atau rumpon
yang berfungsi sebagai tempat berkumpulnya ikan.
Pengoperasian Purse
Seine dilakukan pada siang dan malam hari.
B. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan
Adapun tujuan dari
Praktik Kerja Lapang (PKL) ini adalah untuk
mengetahui secara
langsung teknik pengoperasian pada alat tangkap ikan
purse seine.
2. Manfaat
Adapun manfaat dari
praktik kerja lapang ini sebagai berikut :
a. Mengetahui secara
langsung teknik pengoperasian alat tangkap purse
seine.
b. Sebagai sumber
informasi dan pengetahuan tentang alat tangkap purse
seine.
BAB II
PERSIAPAN
A. Rencana Kegiatan
Adapun rencana
kegiatan yang akan dilakukan pada saat Praktik Kerja
Lapang (PKL) adalah
sebagai berikut:
1. Pengenalan
perusahaan serta kondisi dan keadaan lokasi PKL.
2. Pengenalan kapal
yang akan digunakan pada saat praktek.
3. Pengambilan data
4. Mengikuti
persiapan sebelum operasi penangkapan.
5. Mengikuti operasi
penangkapan (setting dan hauling).
6. Mengikuti cara
penanganan hasil tangkapan diatas kapal.
B. Jadwal Kegiatan
1. Pemberangkatan
2. Pengenalan Lokasi
3. Pengenalan Kapal
4. Berlayar
5. Istirahat
6. Penarikan
C. Potensi Wilayah
PT. Cilacap Fishing
Industri (CSFI) Kendari berada tidak
jauh dari pantai
dan terletak di dalam
lingkup Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS)
Kendari. Jika
ditinjau dari potensi wilayah sudah sangat strategis dilihat dari
beberapa aspek
sebagai berikut :
1. Aspek Sosial
Budaya
Dari segi sosial
budaya usaha perikanan di Kendari berjalan lancar, ini
disebabkan dengan
adanya dukungan masyarakat yang menjadi tenaga
kerja di perusahaan –
perusahaan perikanan maupun pada kapal – kapal
perikanan yang
beraktifitas di wilayah Pelabuhan Perikanan Samudera
Kendari. karena
diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar tempat
pengoprasian alat
tangkap purse seine. Hubungan antara kapal dengan
masyarakat nelayan
sangat baik dikarenakan sebagian besar nelayan biasa
juga memamfaatkan.
Rumpon sebagai tempat menangkap ikan seperti
memancing dan
sebagainya.
2. Aspek Teknis
Di kota Kendari
terdapat Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS),
dimana pada area PPS tersebut
terdapat banyak perusahaan perikanan
yang mendukung
kegiatan perikanan di wilayah sekitar kota kendari, serta
terdapat beberapa
fasilitas yang sangat mendukung berdirinya perusahaan
seperti Syahbandar
perikanan, mess nelayan, tokoh penyedia kebutuhan
logistik, benkel,
kantor pos, sarana olahraga, dan sarana pendukung lainnya
3. Aspek Ekonomi
Potensi Perikanan di
Kota Kendari meliputi perikanan laut (perairan)
dan perikanan darat
(tambak dan kolam), selain itu terdapat banyak
Perusahaan baik yang
bergerak dibidang perikanan maupun usaha
pendukung dibidang
perikanan, serta banyaknya kapal – kapal perikanan
yang melakukan
aktifitas di wilayah Kendari sehingga banyak menyerap
tenaga kerja.
BAB
III
PELAKSANAAN
A. Waktu dan Tempat
Pelaksanaan Praktek Kerja
Lapang (PKL) berlokasi di kompleks
Pelabuhan Perikanan
Samudera Kendari yaitu di PT. Cilacap Samudera
Fishing Industries
(CSFI) pada KM. Tirta Usaha Mandiri 108 yang
dilaksanakan selama ±
4 bulan, mulai tanggal 02 Pebruari sampai dengan 25
Juni yang berlokasi
di :
Kelurahan : Puday
Kecamatan : Abeli
Kota Madya : Kendari
Provinsi : Sulawesi
Tenggara
B. Keadaan Lokasi
Kota Kendari memiliki
luas ± 295,89 km² atau 0,70 persen dari luas
daratan Provinsi
Sulawesi Tenggara, merupakan dataran yang berbukit dan
dilewati oleh
sungai-sungai yang bermuara ke Teluk Kendari sehingga teluk
ini kaya akan hasil
lautnya. Kota Kendari terletak di jazirah Tenggara Pulau
Sulawesi. Wilayah
daratannya sebagian besar terdapat di daratan,
mengelilingi Teluk
Kendari dan terdapat satu pulau, yaitu Pulau Bungkutoko,
secara geografis
terletak di bagian selatan garis khatulistiwa, berada di
antara 3º54’30” -
4º3’11” Lintang Selatan dan 122º23’ - 122º39’ Bujur Timur.
(www.kendarikota.go.id,
19 Juni 2012).
Keadaan lokasi PT.
Cilacap Fishing Industri Kendari sangat strategis
karena disekitar
perusahaan ini terdapat pelelangan ikan dan kantor-kantor
seperti kantor
Satker, Syahbamdar sehingga memudahkan dalam
pengurusan
dokumen-dokumen sebelum melaut.

Gambar 1. Lokasi PT.
Cilacap Fishing Industri Kendari
C. Kegiatan –
kegiatan
Jenis kegiatan yang
dilakukan selama Praktik Kerja Lapang (PKL) pada
lokasi antara lain :
1. Perkenalan
Begitu tiba di lokasi
Praktik Kerja Lapang (PKL) penulis melakukan
perkenalan kepada
pihak Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari
dan Pihak perusahaan.
Selain itu Penulis juga melakukan Observasi
langsung pada lokasi
PKL untuk mempermudah dalam adaptasi lingkungan
PKL.
a. Pengenalan
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari
Pelabuhan Perikanan
Samudera Kendari dengan segenap fasilitasnya
mempunyai peranan
sebagai pusat pengembangan ekonomi perikanan.
Dengan fungsi :
1) Sebagai pusat
pengembangan masyarakat nelayan.
2) Tempat berlabuhnya
kapal – kapal perikanan.
3) Tempat pendaratan ikan
hasil tangkapan.
4) Tempat untuk
mempelancar kegiatan kapal perikanan.
5) Sebagai pusat
pemasaran dan distribusi ikan hasil tangkapan.
6) Sebagai pusat
pelaksanaan pembinaan mutu hasil tangkapan, dan
7) Sebagai pusat
pelaksanaan penyuluhan dan pengumpulan data hasil
Perikanan
b. Pengenalan
Perusahaan
PT. Cilacap Samudera
Fishing Industries Kendari memiliki Armada
kapal yang besar,
kapal-kapal tersebut terbagi menjadi beberapa jenis dan
memeliki fungsi yang
berbeda antara lain :
1) Kapal penangkap
ikan/Jaring.
2) Kapal penampung.
3) Kapal lampu.
4) Kapal penarik (Ayuda).
5) Kapal pengangkut (Cargo).
c. Pengenalan Kapal
KM. Tirta Usaha Mandiri (TUM) 108
KMN. TUM 108 adalah
kapal penangkap ikan dengan menggunakan
alat tangkap purse
seine dimana data kapal dan alat tangkap dapat dilihat
pada lampiran.
2. Pengambilan Data
Penulis melakukan
pengambilan data dengan menggunakan teknik
wawancara dan
pengamatan langsung pada lokasi praktik. Data yang
dikumpulkan adalah
data primer dan data sekunder.
Data primer diperoleh
dengan mengadakan observasi langsung ke
lokasi PKL dan
melakukan wawancara Nakhoda (fishing master) dan Anak
Buah Kapal (ABK).
Data primer ini mencakup data unit penangkapan (kapal,
alat tangkap dan alat
bantu penangkapan), daerah penangkapan ikan,
metode penangkapan
ikan dan hasil tangkapan. Data sekunder berupa datadata
pendukung. Data ini
diperoleh dari surat – surat kapal.
3. Berangkat Menuju
Kapal Penangkap (purse seine)
Saat penulis mulai
melaksanakan praktek kerja lapang armada kapal
penangkap ikan (purse
seine) sudah berada di laut atau di fishing ground.
Dalam hal ini penulis
berangkat ke kapal penangkap ikan dengan
menggunakan atau
menumpang armada kapal penampung milik PT.Cilacap
Fishing Industri.
Setelah tiba di lokasi kapal penangkap maka penulis pindah
dari kapal penampung
ke kapal penangkap ikan atau kapal purse seine.
4. Pengisian Bahan
bakar.
Bahan bakar yang
digunakan adalah BBM jenis Solar. Bahan bakar
dipersiapkan dan
dibawa oleh kapal penampung yang sebelumnya kapal
penampung melakukan
pengisian di pelabuhan. Pada saat di laut dilakukan
pendistribusian bahan
bakar ke kapal penangkap ikan atau kapal jaring.
Sekali pengisian
bahan bakar antara 1 ton sampai 3 ton. Selanjutnya dari
kapal jaring bahan
bakar didistribusikan kembali ke kapal lampu dan kapal
ayuda.
5. Pengisian Air
tawar.
Pengisian air tawar
telah disiapkan oleh perusahaan melalui kapal
penampung Pengisian
air tawar menggunakan palka khusus untuk
menampung air tawar.
Air tawar selanjutnya didistribusikan ke kapal
penangkap dan kapal
ayuda. Air tawar ini digunakan keperluan memasak
dan mandi. Sekali pengisian
air tawar sebanyak 4 ton.
6. Penyediaan Bahan
Makanan.
Pada dasarnya
persediaan bahan makanan ditanggung oleh
perusahaan. Adapun
kebutuhan bahan makanan berupa beras, lauk pauk,
buah buahan,
sayur-sayuran, rempah-rempah dan lain-lainnya. Bahan
makanan yang telah
disiapkan oleh pihak perusahaan melalui kapal
penampung selanjutnya
didistribusikan ke kapal jaring, kapal lampu dan
kapal ayuda.
7. Persiapan di atas
Kapal Penangkap.
a. Persiapan Alat
Tangkap.
Alat tangkap harus
disusun dengan baik, dengan susunan alat tangkap
di lambung kanan.
Terhadap bagian alat tangkap atau jaring yang rusak atau
robek dilakukan
perbaikan sebelum pengoperasian. Penyusunan alat
tangkap yaitu
meliputi penyusunan pelampung dibagian buritan, bagian
jaring di sisi
lambung kanan kapal serta penyusunan tali kerut dan
pengikatan cincin di
bagian sisi lambung kanan depan. Adapun cara
penyusunan yang
dilakukan yaitu setiap cincin yang disusun dilambung
kanan kapal maka
terlebih dahulu ujung tali kerut dimasukkan cincin sampai
cincin selesai. Bila
semua proses penyusunan alat tangkapan selesai maka
semua ABK istirahat
sampai menunggu kapal melakukan setting
b. Persiapan Alat Bantu penangkapan
Persiapan alat bantu
penangkapan harus diperhatikan dan dipersiapkan
dengan baik sebelum
operasi penangkapan dilakukan, hal ini bertujuan
supaya pada saat
digunakan tidak terjadi masalah yang dapat menghambat
kegiatan dalam
beroperasi .
Adapun alat bantu
penangkapan yang digunakan pada KMN. Tirta
Usaha Mandiri (TUM)
108 adalah sebagai berikut;
1) Gardan atau Line
Hauller.
Gardan merupakan alat
bantu yang paling penting digunakan selama
penarikan jaring (hauling).
Alat ini berfungsi untuk menarik tali kolor dan dan
cincin yang akan
ditarik keatas kapal dengan dibantu dengan tiang stenjor
yang digunakan untuk
penarikan cincin yang digerakkan dengan mesin bantu
gardan.
2) Lampu Penerangan.
Lampu penerangan
adalah lampu listrik yang digunakan untuk
penerangan pada malam
hari. Lampu ini mempunyai fungsi sebagai
penerangan selama
melakukan kegiatan operasi penangkapan. Lampu ini
juga berfungsi
sebagai tanda terhadap kapal lain sehingga terhindar dari
kemungkinan tabrakan.
3) Lampu attraktor
atau Pemikat ikan.
Adalah lampu listrik
yang digunakan untuk penerangan pada malam
hari yang bertujuan
untuk menarik ikan-ikan yang bergerombol agar
berkumpul dibawah
cahaya lampu.
4) Power block
Berfungsi menaikkan
jaring dan pelampung ke atas kapal pada saat
hauling. Juga digunakan pada
saat penyusunan jaring.
5) Rumpon atau Ponton.
Fungsi ponton adalah
sebagai tempat berlindung dan bergerombolnya
ikan.
6) Serok.
Berfungsi untuk
mengangkat hasil tangkapan dari jaring keatas kapal.
Kapasitas serok yang
digunakan adalah 1 ton sekali angkat.
7) Ganco.
Berfungsi untuk
mengait tali.
8. Penentuan Fishing
Ground (Rumpon/Ponton)
Sebelum melakukan
pengoperasian terlebih dahulu menentukan alur
pelayaran yang akan
dilalui untuk melakukan pengoprasian di Rumpon atau
ponton. Penentuan alur
pelayaran ditentukan oleh Nahkoda kapal. Lokasi
penangkapan yang
ditujuh salah satu dari beberapa rumpon atau ponton.
Pencarian fishing
ground menggunakan satelit (GPS)
16
Rumpon adalah alat
bantu penangkapan yang sangat penting karena
rumpon merupakan
tempat berlindung dan bergerombolnya ikan. Sehingga
memudahkan dalam
pengoperasian purse seine. Jadi tempat penangkapan
tidak lagi dicari,
tetapi langsung menuju lokasi rumpon atau ponton yang
telah ada.
Pencarian ponton dilakukan
oleh kapal lampu yang biasa digunakan
dalam operasi
penangkapan. Ukuran kapal ini lebih kecil tapi mempunyai
kecepatan yang cukup
baik dalam melakukan pencarian ponton. Apabila
kapal lampu telah
menemukan ponton yang terdapat banyak ikan maka
kapal lampu
menghubungi kapal penangkap atau kapal jaring dengan
menggunakan radio
komunikasi.
c. Proses Penangkapan
Ikan.
Pada saat kapal
jaring melakukan persiapan maka kapal lampu
Sebelum proses
penurunan jaring (setting) terlebih dahulu dilakukan
pengamatan ombak dan
arah arus serta arah angin yang dapat
mempengaruhi
stabilitas kapal dan kesempurnaan dalam pelingkaran alat
tangkap purse
seine. Setelah pengamatan tersebut dilakukan maka
pengoperasian alat
tangkap purse seine (setting dan Hauling) dapat di
mulai.
1) Penurunan jaring (setting).
Pada saat penurunan
alat tangkap yang pertama kali dilakukan adalah
ujung tali kerut
diberikan kepada kapal tarik (ayuda) kemudian kapal tarik
menarik ujung tali
itu, setelah itu kapal jaring atau kapal penangkap
melingkari kapal
lampu, setelah pelingkaran selesai maka ujung tali kerut
atau tali kolor
diambil dan ditarik kehaluan kapal dan setelah tali kerut atau
tali kolor sudah
seimbang maka tali kerut dililitkan pada gardan. Kemudian
mesin gardan
dihidupkan untuk menggerakkan gardan.
2) Penarikan Alat
Tangkap (Hauling).
Setelah jaring
membentuk satu lingkaran penuh, maka ujung tali ris
atas diikat di haluan
kapal dan setelah itu tali kerut di tarik ke lambung
kanan kapal dan ABK
menyusun tali kerut dengan menggunakan mesin
gardan untuk menarik
tali kerut tersebut. Tali kerut di tarik sampai semua
cincin naik ke atas
kapal dan setelah cincin sudah naik semuanya maka ABK
kapal melepas semua
cincin itu dan pelampung ditarik di lambung kanan
kapal dengan
menggunakan mesin power block dan pelampung disusun rapi
di buritan kapal dan
diikuti dengan penarikan timah dengan bersamaan
sampai jaring
membentuk bundaran kecil dan setelah jaring membentuk
kantong maka jaring
di tarik perlahan lahan ke atas kapal sampai jaring
bagian kantong tidak
kendor dan ikan hasil tangkapa sudah kelihatan maka
fishing master menghubungi kapal
penampung/colecting untuk segera
datang untuk
menampung ikan hasil tangkapan tersebut.
3) Pengangkatan Hasil
Tangkapan
Pengangkatan hasil
tangkapan dilakukan apabila jaring sudah makin
mengecil dan
membentuk kantong. Kemudian ikan mulai diserok dengan
menggunakan serok
yang berukuran besar, setelah serok penuh dengan
ikan maka serok
diangkat dengan menggunakan tiang stenjor dimana ujung
tali serok dimasukkan
kedalam katrol pada tiang stenjor, setelah itu tali
pengangkat ditarik
dengan menggunakan mesin gardan sampai serok naik
ke kapal penampung/colecting.
4) Penanganan ikan (handling)
Penanganan hasil
tangkapn atau Handling dilakukan dengan cara
menaikkan ikan keatas
kapal penampung dengan menggunakan serok yang
berukuran besar
kemudian ikan dimasukkan kedalam palkah pada kapal
penampung. Adapun
cara penangananya yaitu dengan cara pengesan
berlapis.
Adapun ikan yang
menjadi hasil tangkapan KM.TUM 108 yaitu
Cakalang(Katsuwonus
pelamis), dan Baby tuna, dan Layang (Decapterus sp)
BAB IV
MASALAH DAN
PEMECAHAN
A. Masalah
Adapun
masalah-masalah yang dihadapai pada saat Praktik Kerja
Lapang (PKL) terutama
saat pengoperasian alat tangkap purse seine adalah
sebagai berikut :
1. Sering terjadi
kerusakan pada lampu attraktor pada saat sesudah
operasi penangkapan.
2. Banyaknya jaring
yang robek pada saat melakukan penangkapan ikan,
sehingga ikan dapat
lolos.
3. Mesin Utama sering
mengalami kerusakan.
B. Pemecahan
Adapun jalan keluar
dari masalah-masalah yang di hadapi adalah :
1. Sebelum
pengoperasian dilakukan kembali dilakukan perbaikan mesin
lampu attraktor.
2. Setiap selesai setting
dan haulling maka dilakukan pengecekan jaring
yang robek kemudian
segera diperbaiki untuk persiapan operasi
berikutnya.
3. Dilakukan
pergantian bagian bagian mesin yang rusak oleh KKM.
BAB V
KESIMPULAN DAN
SARAN
A. Kesimpulan
1. Pengoperasian purse
seine pada KMN. Tirta UIsaha Mandiri 108
dilakukan pada malam
hari.
2. Pengoperasian purse
seine pada KMN. Tirta UIsaha Mandiri 108
dilakukan dengan
menggunakan kapal bantu yaitu kapal ayuda (kapal
penarik),kapal lampu
dan kapal penampung.
3. Pengoperasian purse
seine pada KMN. Tirta UIsaha Mandiri 108
menggunakan alat
bantu Rumpon atau biasa disebut ponton.
4. Operasi
Penangkapan dilakukan dengan memanfaatkan cahaya
Lampu.
5. Jenis hasil
tangkapan yang menjadi sasaran penangkapan Purse
Seine adalah ikan pelagis
yang bergerombol dengan ransangan
cahaya lampu.
B. Saran
Adapun saran penulis
yaitu pengetahuan peserta PKL tentang alat
tangkap purse
seine perlu ditambah lagi sebelum berangkat ke lokasi PKL.
DAFTAR
PUSTAKA
Sudirman, 2004. Teknik
Penangkapan Ikan.PT Rineka Cipta. Jakarta
Balai Besar
Pengembangan Penangkapan Ikan, 1985, Petunjuk
Pembuatan dan
Pengoperasian Alat Tangkap Ikan (Mini Purse
Seine), BBPPI Semarang
Direktorat Pendidikan
Menengah Kejuruan, 2004, Mengoperasikan Jaring
lingkar (Purse Seine), Departemen
Pendidikan Nasional
Jakarta
26
LAMPIRAN
Lampiran 1. Deskripsi
Alat Tangkap
- Jenis Alat Tangkap :
Jaring
- Nama Alat Tangkap : Purse
Seine
- Ukuran : 500 m
- Panjang Tali Ris Atas
: 500 m
- Panjang Tali Ris
Bawah : 500 m
- Panjang Tali Kolor :
580 m
- Jumlah Pelampung :
1.600 buah
- Jumlah Cincin : 110
buah
- Berat Cincin : 3 kg /
incin
- Kedalaman Jaring :
100 m
1). Data kapal
Nama kapal : KM.Tirta
Usaha Mina 108
Nama panggilan : yea
9982
Tempat pendaftaran :
Kendari PT AKHFI
Pemilik : PT. Cilacap
Samudera Fishing Industries
Tempat pembuatan :
Pekalongan
Tanda selar :
GT.27.No.979F/p
Tanda pendaftaran
:1997 GO. No.3837/N
Tahun pembuatan : 1997
Kecepatan kapal : 7
Knot
2) Ukuran Pokok Kapal
LOA (Length Over All)
: 4,50 meter
LWL (Length water
Line) : 6,67 meter
LBP (Length between
Perpendecullar) : 1,91 meter
GT : 27
Kecepatan Kapal (Max)
: 7 Knot
Bahan utama kapal :
Kayu
Jumlah baling-baling
: 1 (Satu)
3). Data Mesin Induk
Merk : HINO
Model : No Seri
104768
Tahun pembuatan :
1997
Daya : 90 PK
Putaran : 3000 Rpm
Jenis minyak pelumas
: SPC SEA 40
Sistem start : dinamo
Sistem pendingin :
Radiator Air
Pemakaian bahan bakar
: 1-2 ton
Pabrik pembuatan :
Jepang
Diameter
baling-baling : 50 cm
Bahan daun
baling-baling : Kuningan
Putaran baling-baling
: Kanan
Jenis kemudi :
Hidrolik
Jumlah silinder : 8
(Delapan)
4) Penggerak
Generator
Motor penggerak :
Mesin diesel
Jenis/ Type : ST-10
Merk : Changgong
Model/ Type : S1115
Tahun dan pabrik
pembuatan : 1997 Mindong China
Daya : 47 PK
Putaran : 2200 Rpm
Firing Order : 4 tak
Jenis minyak pelumas
: SPC SEA 40
Sistem start : Dinamo
Sistem pendingin :
Radiator Air
Pemakaian bahan bakar
: 0,5 Liter/ jam
Pemakaian minyak
pelumas : 0,5/ minggu
Jumlah silinder : 1
(Satu)
5) Kapasitas tangki
Tangki bahan bakar :
10 ton
Tangki minyak pelumas
: 45 liter
Tangki air tawar : 20
ton
6). Alat navigasi
No Nama Alat
Merek/Type Jumlah
1 GPS Furuno GP-32 1
2 Radio ICOM 718 1
3 Kompas DAIKO 1
4 Teropong NIKON 1
5 Fish Finder Furuno
fcv-620 1
7). Alat-alat
penolong (Safety Equipment)
- Life jacket : 20
buah
- Lifebuoy : 4 buah
8). Pemadam kebakaran
(Fire Fighting Equipment)
Merk : Galaxy GX .
4.HX. GX-30 M
Jumlah : 4 buah
Lampiran 5. Alat –
alat
Navigasi
Kompas
Radio telekomunikasi
Fish finder
GPS
Lampiran 6. Mesin
Bantu dan Mesin Induk
Mesin bantu
Mesin induk
Lampiran 7. Daftar
ABK Kapal
NO NAMA JABATAN
IJAZAH
1 Harvono Fishing
Master SKK 60 MIL Plus
2 Selamat Nahkoda SKK
60 MIL
3 Toto Wakil Nahkoda
SKK 60 MIL
4 Sahudi KKM SKK 60
MIL
5 Muh.Iksanuddin
Oiler STM
6 Eko KELASI SMA
7 Sukman KELASI SMP
8 Yarino Bin ranas
KELASI SMP
9 Hendrianto KELASI
SMP
10 Herianto KELASI
SMP
11 Risal Abidin
KELASI BELUM TAMAT SD
12 Egi KELASI SMA
13 Alif Mustofa
KELASI SD
14 Rahman KELASI
15 Muh. Nasrih
ANGGOTA
16 Askar N. ANGGOTA
17 Sulfikar ANGGOTA
18
La Ode Adi ANGGOTA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar