Rabu, 06 November 2013

Teknik Pengoperasian Alat Tangkap Purse Seine


Judul : Teknik Pengoperasian Alat Tangkap Purse Seine Pada
KM. Tirta Usaha Mandiri di PT.Cilacap Fishing Industri
Kendari Sulawesi Tenggara
Nama : Sulfikar
NIS : N. 500.1.11.035
Laporan Ini Sebagai Pertanggung Jawaban Praktik Kerja Lapang (PKL)
Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Bone
Tahun Ajaran 2012/2013
Telah diperiksa dan disetujui oleh,
Pada tanggal, Juni 2013
Pembimbing I, Pembimbing II,
Rosmala Dewi, S.Pi                                     Muhammad Zaenal Samma. S
NIP. 19771026 200604 2 001                        NIP. 19771026 201012 1 001

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Laporan Praktik
Kerja Lapang (PKL) ini. Laporan ini merupakan salah satu persyaratan yang harus
dipenuhi dalam menempuh pendidikan pada Sekolah Usaha Perikanan Menengah
(SUPM) Negeri Bone..
Penulis yakin sepenuhnya bahwa Laporan ini tidak akan mungkin dapat
terwujud tanpa bantuan dan dukungan dari semua pihak. Karenanya penulis
ingin mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya
kepada :
1. Kedua Orang tua saya yang tercinta atas doa, dukungan, materi dan
motivasi yang telah diberikan.
2. Ir.Yip Regan, MP selaku Kepala Sekolah Usaha Perikanan Menengah
(SUPM) Negeri bone.
3. Ibu Rosmala Dewi, S.Pi dan Bapak Muhammad Zaenal Samma sebagai
Pembimbing Intern.
4. Bapak Pimpinan beserta Staf dan Karyawan PT.Cilacap Fishing Industri
Kendari.
5. Bapak Frans selaku Pembimbing Ekstern.
6. Bapak Selamat selaku Nahkoda beserta para ABK kapal KM.Tirta Usaha
Mandiri 108.

7. Bapak Harvono selaku Fishing Master KM.Tirta Usaha Mandiri 108.
8. Panitia PKL SUPM Negeri Bone tahun ajaran 2011/2012
9. Serta semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini
baik secara langsung maupun tidak langsung.
Penulis menyadari bahwa Laporan ini tidak lepas dari kekurangan,
oleh karena itu penulis mengharapkan masukan berupa kritik dan saran
yang membangun untuk penyempurnaan Laporan ini. Semoga Laporan ini
dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya.
.
.
Watampone, Juni 2013
Penyusun

DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ................…………..…………………………….. i
KATA PENGANTAR ................…………...………………………………….. ii
DAFTAR ISI .....................…………………………………………………….. iii
DAFTAR GAMBAR ......………………….......………………………………. vi
DAFTAR LAMPIRAN ……………….............……………………………….viii
BAB I. PENDAHULUAN ………......………......……….……….........……… 1
A. Latar Belakang …………....…......………….……….............….… 1
B. Tujuan dan Manfaat …………....…......…….……..........……….. 2
BAB II. PERSIAPAN .................... ............................................................... 3
A. Rencana Kegiatan ......................................................................3
B. Jadwal Kegiatan ........................................................................3
C. Potensi Wilayah ...........................................................................4
BAB III. PELAKSANAAN .............……………………...............…..……… 6
A. Waktu dan Tempat ..................……………………..….……… 6
B. Keadaan Lokasi ..……......................................……..……….. 6
C. Kegiatan - kegiatan ..................………..………….....….…….. 8
BAB IV. MASALAH DAN PEMECAHAN ................……………..……….. 23
A. Masalah ................................................................................. 23
B. Pemecahan ........................................................................... 23

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN …………………………….………… 24
A. Kesimpulan …............…………………………….………….... 24
B. Saran .............……………………………………….………….. 24
DAFTAR PUSTAKA ...............………………………………….……………. 25
LAMPIRAN LAMPIRAN ...............…………………….………..…………. 26

DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1. Lokasi PT. Cilacap Fishing Industri Kendari ..................................... 7
2. Kapal KMN. TUM 108 ...................................................................... 10
3. Penyusunan Alat Tangkap ……………………………………….…… 13
4. Ponton KM. TUM 108 ……………………………….………………..… 15
5. Kapal Lampu ………………………………………………………….… 16
6. Kapal Penarik (Ayuda) ……………………..………….…………….… 18
7. Gardan sebagai Line Hauler ……………….………………………..… 19
8. Penarikan jaring ………………………….………………..….….…..… 19
9. Pengangkatan hasil tangkapan ……………….……………….…..… 20
10. Kapal Penampung ……………….…………………………………..… 21
11. Proses Pengangkatan Hasil Tangkapan ke Kapal Penampung … 22
12. Hasil Tangkapan KM. TUM 108 ……………….……………….…..… 22

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Deskripsi Alat Tangkap ..................................................................... 27
2. Jenis Pelampung yang Digunakan .................................................... 28
3. Jenis Cincin dan Pemberat yang Digunakan ...................................... 29
4. Data kapal dan Peralatannya ............................................................. 30
5. Alat – alat Navigasi ……………………….……………….…………… 34
6. Mesin Bantu dan Mesin Induk ........................................................... 36
7. Daftar ABK Kapal ............................................................................. 37

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia adalah Negara yang mempunyai wilayah perairan laut dan
perairan darat yang sangat luas dibandingkan dengan Negara Asean
lainnya. Geografis wilayah Indonesia yang dikelilingi oleh ribuan pulau
dengan kurang lebih dari seperdua terdiri dari lautan yang mempunyai
potensi perikanan yang melimpah.
Indonesia terkenal kaya akan sumberdaya alamnya khususnya dibidang
perikanan. Seiring dengan itu, pemanfaatan sumberdaya ikan juga
meningkat, salah satu diantaranya penangkapan ikan menggunakan alat
tangkap Purse Seine.
Purse Seine merupakan salah satu alat aktif yang banyak digunakan
oleh nelayan atau kapal-kapal milik perusahaan di kendari. Adapun cara
pengoperasi alat tangkap ini adalah dengan cara melingkari gerombolan
ikan, setelah jaring dilingkarkan dan tali kolor ditarik, maka alat ini akan
membentuk kantong sehingga ikan-ikan yang terkurung didalamnya tidak
dapat meloloskan diri.
Alat tangkap Purse Seine biasanya dioperasikan di laut dalam dan tidak
berkarang. Purse Seine ada yang dioperasikan dengan satu kapal dan
adapula yang di operasikan dengan dua buah kapal. Dalam

pengoperasiannya kadang-kadang dilengkapi dengan alat bantu berupa
lampu atau rumpon yang berfungsi sebagai tempat berkumpulnya ikan.
Pengoperasian Purse Seine dilakukan pada siang dan malam hari.

B. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan
Adapun tujuan dari Praktik Kerja Lapang (PKL) ini adalah untuk
mengetahui secara langsung teknik pengoperasian pada alat tangkap ikan
purse seine.
2. Manfaat
Adapun manfaat dari praktik kerja lapang ini sebagai berikut :
a. Mengetahui secara langsung teknik pengoperasian alat tangkap purse
seine.
b. Sebagai sumber informasi dan pengetahuan tentang alat tangkap purse
seine.

BAB II
PERSIAPAN
A. Rencana Kegiatan
Adapun rencana kegiatan yang akan dilakukan pada saat Praktik Kerja
Lapang (PKL) adalah sebagai berikut:
1. Pengenalan perusahaan serta kondisi dan keadaan lokasi PKL.
2. Pengenalan kapal yang akan digunakan pada saat praktek.
3. Pengambilan data
4. Mengikuti persiapan sebelum operasi penangkapan.
5. Mengikuti operasi penangkapan (setting dan hauling).
6. Mengikuti cara penanganan hasil tangkapan diatas kapal.


B. Jadwal Kegiatan

1. Pemberangkatan
2. Pengenalan Lokasi
3. Pengenalan Kapal
4. Berlayar
5. Istirahat
6. Penarikan


C. Potensi Wilayah
PT. Cilacap Fishing Industri (CSFI) Kendari berada tidak jauh dari pantai
dan terletak di dalam lingkup Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS)
Kendari. Jika ditinjau dari potensi wilayah sudah sangat strategis dilihat dari
beberapa aspek sebagai berikut :

1. Aspek Sosial Budaya
Dari segi sosial budaya usaha perikanan di Kendari berjalan lancar, ini
disebabkan dengan adanya dukungan masyarakat yang menjadi tenaga
kerja di perusahaan – perusahaan perikanan maupun pada kapal – kapal
perikanan yang beraktifitas di wilayah Pelabuhan Perikanan Samudera
Kendari. karena diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar tempat
pengoprasian alat tangkap purse seine. Hubungan antara kapal dengan
masyarakat nelayan sangat baik dikarenakan sebagian besar nelayan biasa
juga memamfaatkan. Rumpon sebagai tempat menangkap ikan seperti
memancing dan sebagainya.

2. Aspek Teknis
Di kota Kendari terdapat Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS),
dimana pada area PPS tersebut terdapat banyak perusahaan perikanan
yang mendukung kegiatan perikanan di wilayah sekitar kota kendari, serta
terdapat beberapa fasilitas yang sangat mendukung berdirinya perusahaan
seperti Syahbandar perikanan, mess nelayan, tokoh penyedia kebutuhan
logistik, benkel, kantor pos, sarana olahraga, dan sarana pendukung lainnya

3. Aspek Ekonomi
Potensi Perikanan di Kota Kendari meliputi perikanan laut (perairan)
dan perikanan darat (tambak dan kolam), selain itu terdapat banyak
Perusahaan baik yang bergerak dibidang perikanan maupun usaha
pendukung dibidang perikanan, serta banyaknya kapal – kapal perikanan
yang melakukan aktifitas di wilayah Kendari sehingga banyak menyerap
tenaga kerja.

BAB III
PELAKSANAAN
A. Waktu dan Tempat
Pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL) berlokasi di kompleks
Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari yaitu di PT. Cilacap Samudera
Fishing Industries (CSFI) pada KM. Tirta Usaha Mandiri 108 yang
dilaksanakan selama ± 4 bulan, mulai tanggal 02 Pebruari sampai dengan 25
Juni yang berlokasi di :
Kelurahan : Puday
Kecamatan : Abeli
Kota Madya : Kendari
Provinsi : Sulawesi Tenggara

B. Keadaan Lokasi
Kota Kendari memiliki luas ± 295,89 km² atau 0,70 persen dari luas
daratan Provinsi Sulawesi Tenggara, merupakan dataran yang berbukit dan
dilewati oleh sungai-sungai yang bermuara ke Teluk Kendari sehingga teluk
ini kaya akan hasil lautnya. Kota Kendari terletak di jazirah Tenggara Pulau
Sulawesi. Wilayah daratannya sebagian besar terdapat di daratan,
mengelilingi Teluk Kendari dan terdapat satu pulau, yaitu Pulau Bungkutoko,
secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa, berada di

antara 3º54’30” - 4º3’11” Lintang Selatan dan 122º23’ - 122º39’ Bujur Timur.
(www.kendarikota.go.id, 19 Juni 2012).
Keadaan lokasi PT. Cilacap Fishing Industri Kendari sangat strategis
karena disekitar perusahaan ini terdapat pelelangan ikan dan kantor-kantor
seperti kantor Satker, Syahbamdar sehingga memudahkan dalam
pengurusan dokumen-dokumen sebelum melaut.


                     Gambar 1. Lokasi PT. Cilacap Fishing Industri Kendari

C. Kegiatan kegiatan
Jenis kegiatan yang dilakukan selama Praktik Kerja Lapang (PKL) pada
lokasi antara lain :

1. Perkenalan
Begitu tiba di lokasi Praktik Kerja Lapang (PKL) penulis melakukan
perkenalan kepada pihak Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari
dan Pihak perusahaan. Selain itu Penulis juga melakukan Observasi
langsung pada lokasi PKL untuk mempermudah dalam adaptasi lingkungan
PKL.
a. Pengenalan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari
Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari dengan segenap fasilitasnya
mempunyai peranan sebagai pusat pengembangan ekonomi perikanan.
Dengan fungsi :
1) Sebagai pusat pengembangan masyarakat nelayan.
2) Tempat berlabuhnya kapal – kapal perikanan.
3) Tempat pendaratan ikan hasil tangkapan.
4) Tempat untuk mempelancar kegiatan kapal perikanan.
5) Sebagai pusat pemasaran dan distribusi ikan hasil tangkapan.
6) Sebagai pusat pelaksanaan pembinaan mutu hasil tangkapan, dan
7) Sebagai pusat pelaksanaan penyuluhan dan pengumpulan data hasil
Perikanan

b. Pengenalan Perusahaan
PT. Cilacap Samudera Fishing Industries Kendari memiliki Armada
kapal yang besar, kapal-kapal tersebut terbagi menjadi beberapa jenis dan
memeliki fungsi yang berbeda antara lain :
1) Kapal penangkap ikan/Jaring.
2) Kapal penampung.
3) Kapal lampu.
4) Kapal penarik (Ayuda).
5) Kapal pengangkut (Cargo).

c. Pengenalan Kapal KM. Tirta Usaha Mandiri (TUM) 108
KMN. TUM 108 adalah kapal penangkap ikan dengan menggunakan
alat tangkap purse seine dimana data kapal dan alat tangkap dapat dilihat
pada lampiran.

 2. Pengambilan Data
Penulis melakukan pengambilan data dengan menggunakan teknik
wawancara dan pengamatan langsung pada lokasi praktik. Data yang
dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder.
Data primer diperoleh dengan mengadakan observasi langsung ke
lokasi PKL dan melakukan wawancara Nakhoda (fishing master) dan Anak
Buah Kapal (ABK). Data primer ini mencakup data unit penangkapan (kapal,
alat tangkap dan alat bantu penangkapan), daerah penangkapan ikan,
metode penangkapan ikan dan hasil tangkapan. Data sekunder berupa datadata
pendukung. Data ini diperoleh dari surat – surat kapal.

3. Berangkat Menuju Kapal Penangkap (purse seine)
Saat penulis mulai melaksanakan praktek kerja lapang armada kapal
penangkap ikan (purse seine) sudah berada di laut atau di fishing ground.
Dalam hal ini penulis berangkat ke kapal penangkap ikan dengan
menggunakan atau menumpang armada kapal penampung milik PT.Cilacap
Fishing Industri. Setelah tiba di lokasi kapal penangkap maka penulis pindah
dari kapal penampung ke kapal penangkap ikan atau kapal purse seine.

4. Pengisian Bahan bakar.
Bahan bakar yang digunakan adalah BBM jenis Solar. Bahan bakar
dipersiapkan dan dibawa oleh kapal penampung yang sebelumnya kapal
penampung melakukan pengisian di pelabuhan. Pada saat di laut dilakukan
pendistribusian bahan bakar ke kapal penangkap ikan atau kapal jaring.
Sekali pengisian bahan bakar antara 1 ton sampai 3 ton. Selanjutnya dari
kapal jaring bahan bakar didistribusikan kembali ke kapal lampu dan kapal
ayuda.

5. Pengisian Air tawar.
Pengisian air tawar telah disiapkan oleh perusahaan melalui kapal
penampung Pengisian air tawar menggunakan palka khusus untuk
menampung air tawar. Air tawar selanjutnya didistribusikan ke kapal
penangkap dan kapal ayuda. Air tawar ini digunakan keperluan memasak
dan mandi. Sekali pengisian air tawar sebanyak 4 ton.

6. Penyediaan Bahan Makanan.
Pada dasarnya persediaan bahan makanan ditanggung oleh
perusahaan. Adapun kebutuhan bahan makanan berupa beras, lauk pauk,
buah buahan, sayur-sayuran, rempah-rempah dan lain-lainnya. Bahan
makanan yang telah disiapkan oleh pihak perusahaan melalui kapal
penampung selanjutnya didistribusikan ke kapal jaring, kapal lampu dan
kapal ayuda.

7. Persiapan di atas Kapal Penangkap.
a. Persiapan Alat Tangkap.
Alat tangkap harus disusun dengan baik, dengan susunan alat tangkap
di lambung kanan. Terhadap bagian alat tangkap atau jaring yang rusak atau
robek dilakukan perbaikan sebelum pengoperasian. Penyusunan alat
tangkap yaitu meliputi penyusunan pelampung dibagian buritan, bagian
jaring di sisi lambung kanan kapal serta penyusunan tali kerut dan
pengikatan cincin di bagian sisi lambung kanan depan. Adapun cara
penyusunan yang dilakukan yaitu setiap cincin yang disusun dilambung
kanan kapal maka terlebih dahulu ujung tali kerut dimasukkan cincin sampai
cincin selesai. Bila semua proses penyusunan alat tangkapan selesai maka
semua ABK istirahat sampai menunggu kapal melakukan setting

  b. Persiapan Alat Bantu penangkapan
Persiapan alat bantu penangkapan harus diperhatikan dan dipersiapkan
dengan baik sebelum operasi penangkapan dilakukan, hal ini bertujuan
supaya pada saat digunakan tidak terjadi masalah yang dapat menghambat
kegiatan dalam beroperasi .
Adapun alat bantu penangkapan yang digunakan pada KMN. Tirta
Usaha Mandiri (TUM) 108 adalah sebagai berikut;
1) Gardan atau Line Hauller.
Gardan merupakan alat bantu yang paling penting digunakan selama
penarikan jaring (hauling). Alat ini berfungsi untuk menarik tali kolor dan dan
cincin yang akan ditarik keatas kapal dengan dibantu dengan tiang stenjor
yang digunakan untuk penarikan cincin yang digerakkan dengan mesin bantu
gardan.
2) Lampu Penerangan.
Lampu penerangan adalah lampu listrik yang digunakan untuk
penerangan pada malam hari. Lampu ini mempunyai fungsi sebagai
penerangan selama melakukan kegiatan operasi penangkapan. Lampu ini
juga berfungsi sebagai tanda terhadap kapal lain sehingga terhindar dari
kemungkinan tabrakan.
3) Lampu attraktor atau Pemikat ikan.
Adalah lampu listrik yang digunakan untuk penerangan pada malam
hari yang bertujuan untuk menarik ikan-ikan yang bergerombol agar
berkumpul dibawah cahaya lampu.
4) Power block
Berfungsi menaikkan jaring dan pelampung ke atas kapal pada saat
hauling. Juga digunakan pada saat penyusunan jaring.
5) Rumpon atau Ponton.
Fungsi ponton adalah sebagai tempat berlindung dan bergerombolnya
ikan.
       
               
6) Serok.
Berfungsi untuk mengangkat hasil tangkapan dari jaring keatas kapal.
Kapasitas serok yang digunakan adalah 1 ton sekali angkat.
7) Ganco.
Berfungsi untuk mengait tali.
8. Penentuan Fishing Ground (Rumpon/Ponton)
Sebelum melakukan pengoperasian terlebih dahulu menentukan alur
pelayaran yang akan dilalui untuk melakukan pengoprasian di Rumpon atau
ponton. Penentuan alur pelayaran ditentukan oleh Nahkoda kapal. Lokasi
penangkapan yang ditujuh salah satu dari beberapa rumpon atau ponton.
Pencarian fishing ground menggunakan satelit (GPS)
16
Rumpon adalah alat bantu penangkapan yang sangat penting karena
rumpon merupakan tempat berlindung dan bergerombolnya ikan. Sehingga
memudahkan dalam pengoperasian purse seine. Jadi tempat penangkapan
tidak lagi dicari, tetapi langsung menuju lokasi rumpon atau ponton yang
telah ada.
Pencarian ponton dilakukan oleh kapal lampu yang biasa digunakan
dalam operasi penangkapan. Ukuran kapal ini lebih kecil tapi mempunyai
kecepatan yang cukup baik dalam melakukan pencarian ponton. Apabila
kapal lampu telah menemukan ponton yang terdapat banyak ikan maka
kapal lampu menghubungi kapal penangkap atau kapal jaring dengan
menggunakan radio komunikasi.

c. Proses Penangkapan Ikan.
Pada saat kapal jaring melakukan persiapan maka kapal lampu
Sebelum proses penurunan jaring (setting) terlebih dahulu dilakukan
pengamatan ombak dan arah arus serta arah angin yang dapat
mempengaruhi stabilitas kapal dan kesempurnaan dalam pelingkaran alat
tangkap purse seine. Setelah pengamatan tersebut dilakukan maka
pengoperasian alat tangkap purse seine (setting dan Hauling) dapat di
mulai.

1) Penurunan jaring (setting).
Pada saat penurunan alat tangkap yang pertama kali dilakukan adalah
ujung tali kerut diberikan kepada kapal tarik (ayuda) kemudian kapal tarik
menarik ujung tali itu, setelah itu kapal jaring atau kapal penangkap
melingkari kapal lampu, setelah pelingkaran selesai maka ujung tali kerut
atau tali kolor diambil dan ditarik kehaluan kapal dan setelah tali kerut atau
tali kolor sudah seimbang maka tali kerut dililitkan pada gardan. Kemudian
mesin gardan dihidupkan untuk menggerakkan gardan.

2) Penarikan Alat Tangkap (Hauling).
Setelah jaring membentuk satu lingkaran penuh, maka ujung tali ris
atas diikat di haluan kapal dan setelah itu tali kerut di tarik ke lambung
kanan kapal dan ABK menyusun tali kerut dengan menggunakan mesin
gardan untuk menarik tali kerut tersebut. Tali kerut di tarik sampai semua
cincin naik ke atas kapal dan setelah cincin sudah naik semuanya maka ABK
kapal melepas semua cincin itu dan pelampung ditarik di lambung kanan
kapal dengan menggunakan mesin power block dan pelampung disusun rapi
di buritan kapal dan diikuti dengan penarikan timah dengan bersamaan
sampai jaring membentuk bundaran kecil dan setelah jaring membentuk
kantong maka jaring di tarik perlahan lahan ke atas kapal sampai jaring
bagian kantong tidak kendor dan ikan hasil tangkapa sudah kelihatan maka
fishing master menghubungi kapal penampung/colecting untuk segera
datang untuk menampung ikan hasil tangkapan tersebut.

3) Pengangkatan Hasil Tangkapan
Pengangkatan hasil tangkapan dilakukan apabila jaring sudah makin
mengecil dan membentuk kantong. Kemudian ikan mulai diserok dengan
menggunakan serok yang berukuran besar, setelah serok penuh dengan
ikan maka serok diangkat dengan menggunakan tiang stenjor dimana ujung
tali serok dimasukkan kedalam katrol pada tiang stenjor, setelah itu tali
pengangkat ditarik dengan menggunakan mesin gardan sampai serok naik
ke kapal penampung/colecting.

4) Penanganan ikan (handling)
Penanganan hasil tangkapn atau Handling dilakukan dengan cara
menaikkan ikan keatas kapal penampung dengan menggunakan serok yang
berukuran besar kemudian ikan dimasukkan kedalam palkah pada kapal
penampung. Adapun cara penangananya yaitu dengan cara pengesan
berlapis.
Adapun ikan yang menjadi hasil tangkapan KM.TUM 108 yaitu
Cakalang(Katsuwonus pelamis), dan Baby tuna, dan Layang (Decapterus sp)

                                                      BAB IV
                                   MASALAH DAN PEMECAHAN
A. Masalah
Adapun masalah-masalah yang dihadapai pada saat Praktik Kerja
Lapang (PKL) terutama saat pengoperasian alat tangkap purse seine adalah
sebagai berikut :
1. Sering terjadi kerusakan pada lampu attraktor pada saat sesudah
operasi penangkapan.
2. Banyaknya jaring yang robek pada saat melakukan penangkapan ikan,
sehingga ikan dapat lolos.
3. Mesin Utama sering mengalami kerusakan.

B. Pemecahan
Adapun jalan keluar dari masalah-masalah yang di hadapi adalah :
1. Sebelum pengoperasian dilakukan kembali dilakukan perbaikan mesin
lampu attraktor.
2. Setiap selesai setting dan haulling maka dilakukan pengecekan jaring
yang robek kemudian segera diperbaiki untuk persiapan operasi
berikutnya.
3. Dilakukan pergantian bagian bagian mesin yang rusak oleh KKM.

                                                BAB V
                                KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Pengoperasian purse seine pada KMN. Tirta UIsaha Mandiri 108
dilakukan pada malam hari.
2. Pengoperasian purse seine pada KMN. Tirta UIsaha Mandiri 108
dilakukan dengan menggunakan kapal bantu yaitu kapal ayuda (kapal
penarik),kapal lampu dan kapal penampung.
3. Pengoperasian purse seine pada KMN. Tirta UIsaha Mandiri 108
menggunakan alat bantu Rumpon atau biasa disebut ponton.
4. Operasi Penangkapan dilakukan dengan memanfaatkan cahaya
Lampu.
5. Jenis hasil tangkapan yang menjadi sasaran penangkapan Purse
Seine adalah ikan pelagis yang bergerombol dengan ransangan
cahaya lampu.

B. Saran
Adapun saran penulis yaitu pengetahuan peserta PKL tentang alat
tangkap purse seine perlu ditambah lagi sebelum berangkat ke lokasi PKL.

DAFTAR PUSTAKA
Sudirman, 2004. Teknik Penangkapan Ikan.PT Rineka Cipta. Jakarta
Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan, 1985, Petunjuk
Pembuatan dan Pengoperasian Alat Tangkap Ikan (Mini Purse
Seine), BBPPI Semarang
Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, 2004, Mengoperasikan Jaring
lingkar (Purse Seine), Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta
26

LAMPIRAN
Lampiran 1. Deskripsi Alat Tangkap
- Jenis Alat Tangkap : Jaring
- Nama Alat Tangkap : Purse Seine
- Ukuran : 500 m
- Panjang Tali Ris Atas : 500 m
- Panjang Tali Ris Bawah : 500 m
- Panjang Tali Kolor : 580 m
- Jumlah Pelampung : 1.600 buah
- Jumlah Cincin : 110 buah
- Berat Cincin : 3 kg / incin
- Kedalaman Jaring : 100 m

1). Data kapal
Nama kapal : KM.Tirta Usaha Mina 108
Nama panggilan : yea 9982
Tempat pendaftaran : Kendari PT AKHFI
Pemilik : PT. Cilacap Samudera Fishing Industries
Tempat pembuatan : Pekalongan
Tanda selar : GT.27.No.979F/p
Tanda pendaftaran :1997 GO. No.3837/N
Tahun pembuatan : 1997
Kecepatan kapal : 7 Knot

2) Ukuran Pokok Kapal
LOA (Length Over All) : 4,50 meter
LWL (Length water Line) : 6,67 meter
LBP (Length between Perpendecullar) : 1,91 meter
GT : 27
Kecepatan Kapal (Max) : 7 Knot
Bahan utama kapal : Kayu
Jumlah baling-baling : 1 (Satu)

3). Data Mesin Induk
Merk : HINO
Model : No Seri 104768
Tahun pembuatan : 1997
Daya : 90 PK
Putaran : 3000 Rpm
Jenis minyak pelumas : SPC SEA 40
Sistem start : dinamo
Sistem pendingin : Radiator Air
Pemakaian bahan bakar : 1-2 ton
Pabrik pembuatan : Jepang
Diameter baling-baling : 50 cm
Bahan daun baling-baling : Kuningan
Putaran baling-baling : Kanan
Jenis kemudi : Hidrolik
Jumlah silinder : 8 (Delapan)

4) Penggerak Generator
Motor penggerak : Mesin diesel
Jenis/ Type : ST-10
Merk : Changgong
Model/ Type : S1115
Tahun dan pabrik pembuatan : 1997 Mindong China
Daya : 47 PK
Putaran : 2200 Rpm
Firing Order : 4 tak
Jenis minyak pelumas : SPC SEA 40
Sistem start : Dinamo
Sistem pendingin : Radiator Air
Pemakaian bahan bakar : 0,5 Liter/ jam
Pemakaian minyak pelumas : 0,5/ minggu
Jumlah silinder : 1 (Satu)

5) Kapasitas tangki
Tangki bahan bakar : 10 ton
Tangki minyak pelumas : 45 liter
Tangki air tawar : 20 ton

6). Alat navigasi
No Nama Alat Merek/Type Jumlah
1 GPS Furuno GP-32 1
2 Radio ICOM 718 1
3 Kompas DAIKO 1
4 Teropong NIKON 1
5 Fish Finder Furuno fcv-620 1

7). Alat-alat penolong (Safety Equipment)
- Life jacket : 20 buah
- Lifebuoy : 4 buah

8). Pemadam kebakaran (Fire Fighting Equipment)
Merk : Galaxy GX . 4.HX. GX-30 M
Jumlah : 4 buah

Lampiran 5. Alat alat Navigasi
Kompas
Radio telekomunikasi

 Fish finder
 GPS


Lampiran 6. Mesin Bantu dan Mesin Induk
Mesin bantu
Mesin induk

Lampiran 7. Daftar ABK Kapal
NO NAMA JABATAN IJAZAH
1 Harvono Fishing Master SKK 60 MIL Plus
2 Selamat Nahkoda SKK 60 MIL
3 Toto Wakil Nahkoda SKK 60 MIL
4 Sahudi KKM SKK 60 MIL
5 Muh.Iksanuddin Oiler STM
6 Eko KELASI SMA
7 Sukman KELASI SMP
8 Yarino Bin ranas KELASI SMP
9 Hendrianto KELASI SMP
10 Herianto KELASI SMP
11 Risal Abidin KELASI BELUM TAMAT SD
12 Egi KELASI SMA
13 Alif Mustofa KELASI SD
14 Rahman KELASI
15 Muh. Nasrih ANGGOTA
16 Askar N. ANGGOTA
17 Sulfikar ANGGOTA
18 La Ode Adi ANGGOTA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar